Senin, 23 Juli 2012

Al - Kahfi 83 - 98

wayas-aluunaka 'an dzii alqarnayni qul sa-atluu 'alaykum minhu dzikraan

83. Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya".
 
 
innaa makkannaa lahu fii al-ardhi waaataynaahu min kulli syay-in sababaan

84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
 
 
fa-atba'a sababaan

85. maka diapun menempuh suatu jalan.
 
 
hattaa idzaa balagha maghriba alsysyamsi wajadahaa taghrubu fii 'aynin hami-atin wawajada 'indahaa qawman qulnaa yaa dzaa alqarnayni immaa an tu'adzdziba wa-immaa an tattakhidza fiihim husnaan

86. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam [887] di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat [888]. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan [889] terhadap mereka.

[887] Maksudnya: sampai ke pantai sebelah barat di mana Dzulqarnain melihat matahari sedang terbenam.

[888] Ialah umat yang tidak beragama.

[889] yaitu dengan menyeru mereka kepada beriman.
 
 
qaala ammaa man zhalama fasawfa nu'adzdzibuhu tsumma yuraddu ilaa rabbihi fayu'adzdzibuhu 'adzaaban nukraan

87. Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
 
 
wa-ammaa man aamana wa'amila shaalihan falahu jazaa-an alhusnaa wasanaquulu lahu min amrinaa yusraan


88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami".
 
 
tsumma atba'a sababaan

89. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).
 
 
hattaa idzaa balagha mathli'a alsysyamsi wajadahaa tathlu'u 'alaa qawmin lam naj'al lahum min duunihaa sitraan


90. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari [890] itu,

[890] Menurut sebagian ahli tafsir bahwa golongan yang ditemui Dzulqarnain itu adalah umat yang miskin.
kadzaalika waqad ahathnaa bimaa ladayhi khubraan


91. demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
 
 
tsumma atba'a sababaan

92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
 
 
hattaa idzaa balagha bayna alssaddayni wajada min duunihimaa qawman laa yakaaduuna yafqahuuna qawlaan


93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan [891].

[891] Maksudnya: mereka mereka tidak bisa memahami bahasa orang lain, karena bahasa mereka amat jauh bedanya dari bahasa yang lain, dan merekapun tidak dapat menerangkan maksud mereka dengan jelas karena kekurangan kecerdasan mereka.
 
 
qaaluu yaa dzaa alqarnayni inna ya/juuja wama/juuja mufsiduuna fii al-ardhi fahal naj'alu laka kharjan 'alaa an taj'ala baynanaa wabaynahum saddaan

94. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj [892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

[892] Ya'juj dan Ma'juj ialah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol.
 
 
qaala maa makkannii fiihi rabbii khayrun fa-a'iinuunii biquwwatin aj'al baynakum wabaynahum radmaan


95. Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
 
 
aatuunii zubara alhadiidi hattaa idzaa saawaa bayna alshadafayni qaala unfukhuu hattaa idzaa ja'alahu naaran qaala aatuunii ufrigh 'alayhi qithraan

96. berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".
 
 
famaa isthaa'uu an yazhharuuhu wamaa istathaa'uu lahu naqbaan

97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
 
 
qaala haadzaa rahmatun min rabbii fa-idzaa jaa-a wa'du rabbii ja'alahu dakkaa-a wakaana wa'du rabbii haqqaan

98. Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar